Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
Pengertian Media
Pembelajaran
Kata
media berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak dari kata medium yang secara
arti perantara atau pengantar. Assosiasi Pendidikan Nasional (National
Education Association/NEA) memiliki pengertian media adalah bentuk-bentuk
komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan
orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam
lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan
media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses
belajar.
Pembelajaran merupakan sebuah proses perubahan perilaku
sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sehingga terjadinya pengalaman
belajar dan hasil belajar menjadi lebih bermakna
(meaningfull learning). Keberhasilan pembelajaran
ditandai
dengan perolehan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif pada diri
individu, sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Keberhasilan ini sangat
dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya dengan penggunaan media yang
berfungsi sebagai perantara pesan-pesan pembelajaran kepada peserta didik.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran
akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran.
Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa berbagai macam media
pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada peserta didik dalam proses
pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan
terhadap efektifitas penggunaan media dalam pembelajaran. Peranan tersebut
tercermin dari kemampuannya dalam memilih media yang digunakan.
Karena hal tersebut dapat menentukan kemajuan suatu pembelajaran terhadap
peserta didik.
Ada
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran
dengan harapan dapat mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran,
yaitu:
1. Harus
adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran.
Apakah pemilihan media
itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar
hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi apakah sasarannya siswa
TK, SD, SLTP, SMU, atau SLB.
2. Karakteristik
media pembelajaran.
Setiap
media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari
keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik
media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam
kaitannya pemilihan media pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan
pada guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran secara bervariasi.
3. Alternatif
pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau
dikompetisikan. Dengan demikian guru dapat menentukan pilihan media
pembelajaran mana yang akan dipilih, jika terdapat beberapa media yang dapat
dibangdingkan.
Media pembelajaran digunakan dalam rangka upaya
peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaan Media pembelajaran yang antara lain:
a)
Penggunaan
media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu
sistem pengajaran dan bukan hanya sebagaialat bantu yang berfungsi sebagai
tambahan yang digunakan biladianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu
dibutuhkan.
b)
Media
pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yangdigunakan dalam usaha
memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
c)
Guru
seharusnya memperhitungkan untung-ruginya pemanfaatan suatu media
pembelajaran.
d)
Penggunaan
media pembelajaran harus diorganisir secara sistematisbukan sembarang
menggunakannya.
e)
Jika
sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macammedia, maka guru dapat
memanfaatkan multimedia yangmenguntungkan dan memperlancar proses belajar
mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
Prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media
pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan
menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan
belajar-mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam
media yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
Komponen Multimedia Pembelajaran
Multimedia
adalah media yang menggabungkan dua unsur
atau lebih media yang terdiri dari teks,
grafis, gambar, foto, audio,
video dan animasi secara terintegrasi.
Multimedia terbagi menjadi dua kategori,
yaitu: multimedia
linier dan multimedia interaktif.
a) Multimedia
linier adalah suatu multimedia yang tidak
dilengkapi dengan alat pengontrol apapun
yang dapat dioperasikan oleh penguna.
Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan),
contohnya: TV dan film.
b) Multimedia
interaktif adalah suatu multimedia yang
dilengkapi dengan alat pengontrol yang
dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga
pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki
untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia
interaktif adalah: multimedia pembelajaran
interaktif, aplikasi game, dll.
Menurut
Hofstetter sebagaimana dikutip oleh Suyanto menyatakan bahwa terdapat empat
komponen penting dalam multimedia. Empat komponen tersebut adalah: (a)
komputer, yang berfungsi untuk mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar,
serta berinteraksi dengan user; (b) link, yang menghubungkan user dengan
informasi yang ada dalam program multimedia; (c) alat navigasi, yang berguna
untuk memandu user dalam menjelajah informsi; (d) ruang untuk mengumpulkan,
memproses, dan mengkomunikasikan gagasan user.
Empat
komponen multimedia yang disebutkan oleh Hofstetter di atas merupakan bentuk
dari adanya interaktivitas dalam multimedia. Interaktivitas merupakan pusat
perhatian utama dalam desain seting media pembelajaran seperti computer
assisted instruction (CAI), computer assisted learning (CAL),
dan online learning environments.
Perangkat
multimedia yang berbasis komputer dibedakan menjadi perangkat keras dan
perangkat lunak. Perangkat keras multimedia terdiri dari empat unsur utama
yaitu: input unit, central processing unit, memory, dan output
unit. Unit input adalah bagian penerima dan memasukkan data maupun
instruksi. Central Processing Unit (CPU) berperan
melaksanakan dan mengatur instruksi, termasuk menghitung dan
membandingkan. Memory atau storage merupakan
bagian yang berfungsi untuk menyimpan informasi. Sedangkan unit output berfungsi
sebagai penyaji informasi.
Jenis-Jenis Multimedia Berbasis
Komputer
Rob
Philips mengemukakan bahwa multimedia yang berbasis komputer terdiri dari
multimedia interkatif dan multimedia yang tidak interaktif. Interaktif
maksudnya pengguna dapat mengontrol pengoperasian program sesuai dengan yang
dikehendaki, sedangkan yang tidak interaktif adalah sebaliknya.
Multimedia
interaktif dapat dibedakan menjadi multimedia interaktif of line dan on
line. Multimedia interaktif of line adalah program
multimedia yang tidak terkoneksi dengan internet, hanya beroperasi pada
komputer stand alone. Sedangkan multimedia interaktif on
line adalah program multimedia yang terkoneksi dengan jaringan
internet atau sering disebut dengan istilah hypermedia.
Sims
mendeskripsikan bahwa dalam lingkungan belajar online yang
interaktif, kontrol terhadap peserta didik melalui komunikasi aktif berupa
pemberian umpan balik merupakan komponen interaktivitas yang esensial. Dalam konsep
pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan aspek yang penting jika kualitas
pendidikan jarak jauh ingin diwujudkan.
Berdasarkan
tingkat interaktivitasnya, multimedia dibedakan menjadi multimedia interaktif
tingkat operator dan multimedia interaktif tingkat kreator. Interaksi yang
terjadi pada tingkat operator, pengguna hanya bisa memilih atau menentukan
menu-menu atau perintah yang tersedia. Sedangkan pada multimedia interaktif
tingkat kreator, pengguna dapat memanfaatkan program untuk
berkreasi sesuai dengan materi yang ada di dalamnya.
Berdasarkan
bentuk program pembelajaran yang dikembangkan, multimedia interaktif dibedakan
menjadi: (a) drill and practice; (b) tutorial;
(c) simulation; (d) game; dan (e) problem
solving. Muirhead (2001), mendefinisikan interaktif sebagai komunikasi,
partisipasi, dan umpan balik yang membantu siswa dan guru untuk
berinteraksi secara aktif. Multimedia pembelajaran hendaknya memiliki tingkat
interaktivitas yang tinggi, agar proses pembelajaran mandiri berlangsung dinamis.
Berkaitan
dengan jenis multimedia, program multimedia yang akan dikembangkan oleh
peneliti adalah multimedia interkatif yang bersifat on line, dan
dari segi bentuknya berupa multimedia yang berisi tutorial dan problem
solving.
Prinsip Pengembangan Multimedia
Pembelajaran
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran meliputi:
prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat perhatian, pengulangan,
partisipasi aktif peserta didik, dan umpan balik.
Prinsip
kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi peserta didik
untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
proses belajar mengajar. Kesiapan peserta didik mencakup kesiapan pengetahuan
prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan
untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat
berasal dari dalam diri maupun dari luar diri peserta didik.
Penggunaan
alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya tarik
tersendiri bagi peserta didik untuk fokus terhadap materi pelajaran. Hal ini
membantu konsentrasi peserta didik dalam memahami isi pelajaran sehingga
penguasaan mereka menjadi lebih baik.
Informasi
atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya
dengan satu kali proses belajar. Agar penguasaan terhadap informasi atau
keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan bebrapa
kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam
mengembangkan media pembelajaran.
Proses
belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara
pengajar dan peserta didik. Partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran
dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu
media pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan
peserta didik secara aktif (interaktif) dalam proses belajar
Umpan
balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi
peserta didik untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus
memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar peserta
didik.
Prinsip-Prinsip
Multimedia untuk Pembelajaran
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer
(2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang
berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar
siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut
Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di
Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu
:
1. Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada
sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu
mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video,
animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak
namanya bukan multimedia tapi single-media.
2. Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait
disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau
terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti
video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus
merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang
terpisah.
3. Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait
disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau
setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi
atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan
alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau
tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4. Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara,
video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini
yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang
tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana
atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari.
Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan
macam-macam.
5. Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk
video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi
atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang
panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6. Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk
video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau
sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula
dengan teks yang panjang.
7. Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang
bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat
formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa
teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan
sedikit ber-style.
8. Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan
sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).
Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias
urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal
lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna
dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain,
lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih
baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang
komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin
tinggi.
9. Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan
cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa
memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan,
highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi
penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata
keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10. Prinsip Perbedaan Individu
Sembilan prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang
memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang
memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki
modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11. Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek
dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang
lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12. Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan
belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari
animasi dan teks pada layar.
Kesimpulannya penggunaan multimedia (kombinasi
antara teks, gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara
efektif untuk mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
Pemilihan
Media Pembelajaran
Menurut
William W Lee dalam bukunya Multimedia Based Instructinal Design
menguraikan lima tahap prosedur pengembangan media yang meliputi analysis,
design, development, implementation, dan evaluation.
a) Analysis
Sebelum mengembangkan
media, terlebih dahulu harus dilakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan
dapat dilakukan dengan cara observasi lapangan atau melalui kajian pustaka.
b) Design
Tahap desain mencakup
desain pembelajaran dan desain produk media. Tahap desain pembelajaran meliputi
komponen: identitas, standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok,
strategi pembelajaran, rancangan evaluasi, dan sumber bahan. Sedangkan desain
produk media mencakup elemen: struktur diagram alir, storyboard,
dan elemen gambar atau animasi.
c) Development
Tahap ini adalah tahapan
produksi media sesuai dengan desain yang direncanakan. Pada tahap ini dilakukan
assembling (perakitan) berbagai elemen media yang diperlukan menjadi satu
kesatuan media utuh yang siap digunakan.
d) Evaluation
Evaluasi terhadap media
pembelajaran dilakukan dengan dengan cara validasi oleh ahli materi dan ahli
media, untuk mengetahui kualitas media yang telah dihasilkan. Selain dengan
validasi ahli, evaluasi juga dilakukan dalam bentuk ujicoba oleh pengguna.
Ujicoba media dilakukan dengan tiga tahap, yaitu ujicoba perorangan, ujicoba
kelompok kecil, dan ujicoba lapangan.
Ujicoba
perorangan dilakukan terhadap seorang peserta didik yang mewakili kelompok yang
akan menjadi pengguna media tersebut. Untuk keperluan ujicoba, sebaiknya
dipilih peserta didik yang kemampuannya sedikit di bawah kemampuan rata-rata.
Ujicoba
terhadap kelompok kecil dilakukan setelah adanya revisi berdasarkan hasil
ujicoba perorangan. Ujicoba kelompok kecil ini diberikan terhadap 5-8 peserta
didik yang memiliki kemampuan rata-rata kelompok. Setelah ujicoba kelompok
kecil selesai, maka perlu dilakukan perbaikan atau revisi sesuai dengan temuan
yang ada.
Ujicoba
lapangan dilakukan terhadap kelompok peserta didik yang menjadi target
penggunaan media, dalam situasi belajar yang sebenarnya. Jika tidak
memungkinkan untuk mengujicobakan terhadap seluruh peserta didik secara
lengkap, maka dapat diambil sampel sejumlah 20-30 orang.
Sung Heum Lee (1999) menawarkan lima dimensi dalam uji
penggunaan multimedia interaktif. Lima dimensi yang harus diuji adalah: learnability,
performance efetiveness, flexibility, error tolerance & system integrity,
dan user satisfaction. Dimensi learnability
bertujuan mengetahui tingkat
kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem untuk menghasilkan penguasaan
kompetensi yang diharapkan. Performance effectiveness
dimaksudkan untuk mengukur
kemudahan penggunaan sistem secara kuantitatif. Flexsibility
terkait dengan sejauh mana
sistem memungkinkan user untuk mencapai tujuannya. Error tolerance
& system integrity dimaksudkan untuk menguji toleransi kesalahan
dalam menggunakan sistem dan atau kemampuan sistem dalam mencegah kehilangan
dan korupsi data. Dimensi user satisfaction dimaksudkan untuk
mengukur persepsi, perasaan, dan opini pengguna tentang sistem yang dihasilkan
Prinsip
Pemilihan Media Pembelajaran
Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran merujuk pada
pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran
untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini
disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan atau dimanfaatkan
dalam kegiatan belajar mengajar.
Menurut
Rumampuk (1988:19) bahwa prinsip-prinsip pemilihan media adalah:
1) Harus diketahui dengan jelas media itu dipilih untuk
tujuan apa.
2) Pemilihan media hams secara objektif, bukan semata-mata
didasarkan atas kesenangan guru atau sekedar sebagai selingan atau hiburan.
Pemilihan media itu benar-benar didasarkan atas pertimbangan untuk meningkatkan
efektivitas belajar siswa.
3) Tidak ada satu pun media dipakai untuk mencapai semua
tujuan. Setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan. Untuk menggunakan media
dalam kegiatan belajar mengajar hendaknya dipilih secara tepat dengan melihat
kelebihan media untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
4) Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan metode
mengajar dan materi pengajaran, mengingat media merupakan bagian yang integral
dalam proses belajar mengajar
5) Untuk dapat memilih media dengan tepat, guru hendaknya
mengenal ciri-ciri dan masing-masing media.
6) Pemilihan media hendaknya disesuaikan dengan kondisi
fisik lingkungan.
Permasalahan
Seperti
yang kita tahu, media pembelajaran sekarang ini sangat beragam. Salah satunya
dengan digunakannya multimedia pembelajaran. Sebagai seorang guru pun haruslah
pintar dalam memilih media mana yang cocok dalam proses belajar mengajar. Akan
tetapi, bagaimana jika guru tersebut kurang atau bahkan tidak memiliki minat
untuk menggunakan multimedia pembelajaran dan cenderung masih menggunakan cara
lama dalam mengajar apalagi didaerah terpencil yang memang sarana dan prasarana
dalam pembelajaran yang masih kurang. Bagaiamana cara mengatasi permasalahan
ini?
Baik saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari gustyawati.
BalasHapusDalam lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh sekolah sendiri.
Dalam hal ini guru haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor dan kriteria yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media, diantaranya :
1. Faktor tujuan.
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
Selamat malam saudari gustiyawati, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.
BalasHapusHal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya sebagai berikut :
Pertama, Melakukan pelatihan kepada pendidik, yaitu dengan meningkatkan kualitas dalam memanfaatkan media pembelajaran dan yang terpenting adalah membentuk mindset berfikir guru untuk secara sadar menggunakan media pembelajaran dalam mengajar. Hal ini sangat bermanfaat, Karena akan membantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaran. Namun, kesadaran untuk memanfaatkan media juga jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu. Artinya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya media hanya akan sama saja (tidak akan dimanfaatkan oleh guru).
Kedua, Manajeman pengelolaan media pembelajaran, yaitu dapat dilakukan dengan membuat daftar jumlah media pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, dan membuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.
Karena itu, dari dua solusi yang penulis kemukakan di atas, sebenarnya masih banyak cara agar pendidik termotivasi untuk menggunakan media dan membuat media pembelajaran sendiri sebagai alat bantu dalam mengajar. Apalagi guru memiliki keterbatasan untuk mengajar, misalnya guru memiliki keterbatasan dalam menjelaskan materi yang abstrak dan membutuhkan waktu yang lama dalam menjelaskan. Maka hal inilah yang menyebabkan sangat dibutuhkanya media pembelajaran agar materi pembelajaran yang disajikan dapat disampaikan dengan optimal, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan.
Penggunaan multimedia dan alat peraga dalam pembelajaran adalah suatu upaya untuk menciptakan suasana belajar kreatif dan inovatif tanpa mengurangi tujuan belajar yang sesungguhnya yaitu adanya perubahan tingkah laku siswa yang dapat diukur dan diamati. Menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa tentulah hal yang ingin dicapai oleh guru dimanapun dan kapanpun juga. Dengan menarik perhatian siswa pada KBM yang guru ciptakan tentulah motivasi belajar siswa akan meningkat demikian pula pemahaman akan konsep materi pelajaran yang tentu saja berdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat pulaPada masa kini, guru perlu mempunyai kemahiran dan keyakinan diri dalam menggunakan teknologi ini dengan cara yang paling berkesan. Suasana pengajaran dan pembelajaran yang interaktif, lebih menggalakkan komunikasi aktif antara berbagai hal. Penggunaan komputer multimedia dalam proses pengajaran dan pembelajaran adalah dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran. Dengan berkembangnya teknologi multimedia, unsur-unsur video, bunyi, teks dan grafik dapat dikemas menjadi satu melalui Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK)Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran, sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar. Lagi pula, dalam KBM, siswa sering sekali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman siswa sehari-hari, akibatnya siswa merasa jenuh dan materi menjadi sulit untuk dipahami oleh siswa.
BalasHapusuntuk itu perlu bagi seorang guru agar dapat berpikir secara inovatif dan kreatif agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar
Media pembelajaran saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam sebuah proses belajar mengajar. Namun, nyatanya tidak semua guru mampu memanfaatkan media pembelajaran ini dengan maksimal, bahkan ada juga guru yang tidak menggunakan media pembelajaran dan hanya menerangkan secara lisan materi dan ini akan menyebabkan turunnya kualitas pembelajaran dan berujung pada menurunnya kualitas pendidikan.
BalasHapusKetidakmaksimalan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Pertama, perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan media pembelajaran juga mengikuti perkembangan, sebagai contohnya adalah diera tahun 90-an perangkat seperti projector, video animasi atau produk teknologi lainnya belum lumrah untuk digunakan, namun sekarang berbagai produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran semakin banyak. Efek positif dari ini semua adalah media pembelajaran semakin inovatif dan disukai oleh peserta didik, namun guru harus mengeluarkan tenaga lebih untuk belajar dan terus belajar terhadap perkembangan media pembelajaran yang berbasis teknologi. Kedua, ada ketakutan dari guru itu sendiri untuk menggunakan media pembelajaran khususnya yang berbasis teknologi, seperti takut terkena aliran listrik saat menggunakan media pembelajaran yang menggunakan elektronik atau takut sistem menjadi error ketika menggunakan media pembelajaran yang menggunakan perangkat lunak (software). Ketiga, adanya minat yang kurang dari guru untuk menggunakan media pembelajaran, hal ini terjadi karena tidak menguasai cara bagaimana menggunakan media pembelajaran diakibatkan karena minimnya informasi tentang media pembelajaran tersebut, selain itu banyak juga guru yang mengerjakan pekerjaan seperti membuat RPP atau bahkan terbelenggu oleh tanggung jawab administratif lain selain mengajar khususnya untuk sekolah yang kekurangan tenaga administrasi.
Oleh karena itu, diperlukan solusi agar beberapa permasalahan tadi bisa direduksi atau dihilangkan sama sekali. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan memberikan pelatihan-pelatihan secara berkala kepada guru tentang bagaimana menggunakan media pembelajaran, terapi menghilangkan rasa takut menggunakan media pembelajaran yang berbasis elektronik. Selain itu produsen pembuat media pembelajaran seperti alat peraga ataupun yang lainnya dapat dilengkapi dengan panduan penggunaan (manual book) yang mudah dipahami oleh guru. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran dengan menerapkan sistem reward and punishment. Guru yang mampu menggunakan media pembelajaran dengan maksimal akan mendapatkan penghargaan dan sebaliknya bila tidak akan mendapatkan peringatan. Dengan demikian, pembelajaran akan semakin efektif karena guru semakin bersemangat untuk menggunakan media pembelajaran dan peserta didikpun akan semakin senang untuk belajar.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan saudari gustiya, jika permasalahan seperti diatas tentu hal yang paling penting adalah kesadaran dari guru tersebut akan tugasnya, jadi guru harus memiliki semangat dalam mengajar siswanya agar apa yang disampaikan itu dengan penuh semnagat dan keyakinan bukan dengan cara yang malas. Jika gurunya rajin dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada, maka pembelajaran dapat terlaksana dengam optimal dan siswa pun dapat memahami materi dengan baik. Jika sarana dan prasarana itu terbatas guru dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang dapat diolah memjadi media yang membantu dalam pembelajaran.
BalasHapussaya sependapat dengan saudari, sedikit menambahkan terkait cara mengatasi jika guru tersebut kurang atau bahkan tidak memiliki minat untuk menggunakan multimedia pembelajaran dan cenderung masih menggunakan cara lama dalam mengajar apalagi didaerah terpencil yang memang sarana dan prasarana dalam pembelajaran yang masih kurang yaitu sebagai seorang atasn (kepala sekolah) sebaiknya menegur sang guru ataupun membrikan undangan-undangan diklat terkait cara pembelajaran siswa. Agar sang guru berminat dalam menggunakan media pembelajaran. Namun, jika guru tersebut tidak suka ataupun sekiranya media pembelajaran tidak membantunya dalam mengajar sebaiknnya tidak digunakan. karena kita ketahui bahwa media pembelajaran dibuat dan dipakai untuk membantu dalam proses mengajar di dalam kelas ataupun dimana saja.
HapusMenjadi guru yang ideal, kreatif, dan inovatif merupakan suatu profesi yang harus dimiliki oleh guru. Masa depan di tentukan oleh kader-kader bangsa, sedangkan tanggung jawab utama dalam memberikan bimbingan generasi penerus ditentukan oleh peranan guru sebagai pendidik, karena mereka yang langsung berinteraksi sengan siswa dalam pembentukan kepribadian, pengalaman,mengembangkan imajinasi dan membuat mereka tangguh menghadapi masa depan.
BalasHapusSebenarnya kan penggunaan multimedia ini untuk mempermudah dan membantu kita menutupi kekurangan kita, dan dengan penggunaan multimedia pembelajaran pun akan menjadi lebihmenarik. Sebaiknya guru memang harus menggunakan multimedia agar siswa nya tidak bosan hanyandengan metode ceramah saja. Jika guru masih ingin metode lama maka siswa nya pun tidak akan berkembang jadi tidak bisa menciptakan seorang anak bangsa yang berkualitas. Jadi disini dituntut untuk kreatif, kalau gurunya tidak kreatif bagaimana siswqnya bisa kreatif
BalasHapusSelamat malam saudari gustiyawati, saya akan mencoba menjawab permasalahan anda.
BalasHapusHal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut diantaranya sebagai berikut :
Pertama, Melakukan pelatihan kepada pendidik, yaitu dengan meningkatkan kualitas dalam memanfaatkan media pembelajaran dan yang terpenting adalah membentuk mindset berfikir guru untuk secara sadar menggunakan media pembelajaran dalam mengajar. Hal ini sangat bermanfaat, Karena akan membantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaran. Namun, kesadaran untuk memanfaatkan media juga jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu. Artinya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya media hanya akan sama saja (tidak akan dimanfaatkan oleh guru).
Kedua, Manajeman pengelolaan media pembelajaran, yaitu dapat dilakukan dengan membuat daftar jumlah media pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, dan membuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.
Karena itu, dari dua solusi yang penulis kemukakan di atas, sebenarnya masih banyak cara agar pendidik termotivasi untuk menggunakan media dan membuat media pembelajaran sendiri sebagai alat bantu dalam mengajar. Apalagi guru memiliki keterbatasan untuk mengajar, misalnya guru memiliki keterbatasan dalam menjelaskan materi yang abstrak dan membutuhkan waktu yang lama dalam menjelaskan. Maka hal inilah yang menyebabkan sangat dibutuhkanya media pembelajaran agar materi pembelajaran yang disajikan dapat disampaikan dengan optimal, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang direncanakan.
Saya akan mencoba menjawab permasalahan Anda. Kurangnya minat guru dalam mengembangkan multimedia ini bisa disebabkan kurangnya alat/multimedia yang memadai yang disediakan oleh pihak sekolah. Ada beberapa sekolah yang mungkin kurang diperhatikan oleh pemerintah dalam memfasilitasi media yg dibutuhkan sekolah. Maka dari itu, pemerintah juga berperan penting dalam mengembangkan sekolah agar tidak ketinggal jauh dalam mengakses pengetahuan dunia luar.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan anda. Menurut saya menggunakan media atau tidak itu tergantung kepada guru nya mampu menjelaskan secara rinci atau tidak. Disini media itu hanya untuk mempermudah atau membantu guru menyampaikan materinya. Namun apabila guru tersebut lebih memilih menggunakan metode ceramah berarti guru tersebut merasa lebih nyaman dan lebih efektif apabila menggunakannya. Karena mungkin menurut dia metode ceramah tidak serumit menggunakan media.
BalasHapusJika pendidik menggunakan media. Maka sebagai pendidik harus lebih menguasai dan pandai dalam menggunakan media agar apa yang di ajarkan dapat di pahami oleh peserta didik.
BalasHapusmembantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaran. Namun, kesadaran untuk memanfaatkan media juga jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu. Artinya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya media hanya akan sama saja (tidak akan dimanfaatkan oleh guru).
BalasHapusKedua, Manajeman pengelolaan media pembelajaran, yaitu dapat dilakukan dengan membuat daftar jumlah media pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, dan membuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.
Menurut pendapat saya dapat di atasi dengan pengantian dengan media sederhana dan di lakukan sosialisasi kepada guru penting media pembelajaran
BalasHapusTerima kasih. Materinya sangat membantu saya mengerjakan tugas.
BalasHapusMenjadi guru yang ideal, kreatif, dan inovatif merupakan suatu profesi yang harus dimiliki oleh guru. Masa depan di tentukan oleh kader-kader bangsa, sedangkan tanggung jawab utama dalam memberikan bimbingan generasi penerus ditentukan oleh peranan guru sebagai pendidik, karena mereka yang langsung berinteraksi sengan siswa dalam pembentukan kepribadian, pengalaman,mengembangkan imajinasi dan membuat mereka tangguh menghadapi masa depan.
BalasHapusTerimakasih materinya cukup membantu
BalasHapusTerimakasih materinya cukup membantu
BalasHapusTerimakasih. Materinya cukup membantu
BalasHapusmenurut saya pengembanganmultimedia di daerah-daerah terpencil haruslah dimusyawarahkan terlebih dahulu oleh pemerintah dan warga setempat, sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi yang di terapkan dalam multimedia dapat di lakukan dengan baik tanpa hmbata-hambatan yang tidak di inginkan
BalasHapuscara mengatasi jika guru tersebut kurang atau bahkan tidak memiliki minat untuk menggunakan multimedia pembelajaran dan cenderung masih menggunakan cara lama dalam mengajar apalagi didaerah terpencil yang memang sarana dan prasarana dalam pembelajaran yang masih kurang yaitu sebagai seorang atasn (kepala sekolah) sebaiknya menegur sang guru ataupun membrikan undangan-undangan diklat terkait cara pembelajaran siswa. Agar sang guru berminat dalam menggunakan media pembelajaran. Namun, jika guru tersebut tidak suka ataupun sekiranya media pembelajaran tidak membantunya dalam mengajar sebaiknnya tidak digunakan. karena kita ketahui bahwa media pembelajaran dibuat dan dipakai untuk membantu dalam proses mengajar di dalam kelas ataupun dimana saja.
BalasHapus